oleh

Dalam Masa Pandemi, Sektor Pertanian di Ciamis Mengalami Peningkatan

buletinindonesianews.com
CIAMIS, Jabar — Selama pendemi Covid-19 yang melanda khususnya di Kabupaten Ciamis sektor pertanian tidak begitu terpengaruh, hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Ciamis, Slamet Budi Wibowo di ruang kerjanya, Senin (09/08/2021).

Menurutnya, pada fase 2019-2020 sektor pertanian mengalami peningkatan pada komoditas utama Padi, Cabe, Jagung dan Kopi. Secara keseluruhan untuk komoditas Kopi produksi tahun 2019 sebanyak 874 ton dan mengalami peningkatan di tahun 2020 sebanyak 950 ton.

“Untuk produksi komoditas jagung tahun 2019 sebanyak 35.980 ton dan di tahun 2020 mengalami peningkatan menjadi sebanyak 45.933 ton, sedangkan produksi komoditas cabe pada tahun 2019 sebanyak 4.806 ton dan pada tahun 2020 mengalami penurunan menjadi 3.011 ton,” katanya.

Diungkapkan Budi, untuk komoditas padi produksi pada tahun 2019 sebanyak 448.799 dan mengalami peningkatan di tahun 2020 menjadi 461.378 ton. Pihaknya juga menjelaskan geliat masyarakat untuk bertani terus meningkat hal tersebut bisa dilihat dengan bermunculan para petani milenial dari Karang Taruna di daerah pelosok Ciamis, juga banyaknya petani-petani komoditas tanaman biofarmaka seperti jahe, porang, kapol dan lainnya akan menjadi pendongkrak ekonomi Ciamis.

“Untuk tanaman kapol dan porang sudah ada buyer yang akan menampung hasil panen para petani, untuk itu porang dan kapol akan mendongkrak perekonomian di Ciamis,” jelasnya.

Ciamis merupakan wilayah agraris dengan potensi pertanian yang berlimpah, untuk itu Budi menghimbau agar masyarakat Ciamis jangan bingung dan takut untuk bertani karena market nya sudah tersedia.

“Saat ini kelompok tani yang dibina DPKP Ciamis sekitar 3000 kelompok. Informasi dan akses market ataupun buyer sudah banyak tersedia bagi para petani,” tegasnya.

Hal senada dikatakan Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Bappeda Ciamis, Nugrahawati menurutnya penurunan angka perekonomian Kabupaten Ciamis selama dalam masa pandemi Covid-19 tidak signifikan karena sebagian besar penduduk Ciamis adalah petani, dan berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) distribusi hasil pertanian Ciamis memberikan dampak positif bagi perekonomian di Ciamis.

“Sudah terbukti perekonomian di Ciamis dalam masa pandemi ini tidak signifikan, hasil pertanian tidak terpengaruh Covid-19, beda dengan Kabupaten/Kota lain yang dominan Industri, mereka benar-benar terpuruk,” ungkapnya.

Menurutnya indeks penurunan perekonomian Ciamis turun di angka (minus) -0,14 persen. Dari indeks perekonomian sebelum Covid19 yang normalnya di angka 5,3 persen.

“Hanya ada sepertiga Kabupaten/Kota se Jawa Barat yang nilainya masih positif pasca pendemi Covid-19, untuk itu kita harus bersyukur karena di kabupaten/kota lain bahkan mengalami penurunan indeks perekonomian hingga diangka minus tiga sampai empat,” jelasnya.

Sementara Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Ciamis, H. Kurniawan menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis untuk membangkitkan kembali ekonomi masyarakat Tatar Galuh Ciamis.

“Indeks penurunan ekonomi Ciamis di angka -0,14 persen, dan secara keseluruhan Pertanian menjadi sektor krusial yang membantu perekonomian Ciamis tidak terlalu terpuruk di masa pandemi ini,” pungkasnya. (Nank Irawan**)

Berita Terkait