oleh

Diduga Dua Aktor Pembabat Hutan Lindung (HL) Skala Besar, Masih Berkeliaran Di Limapuluh Kota

SERGAP.CO.ID

KAB. LIMAPULUH KOTA, – Dua aktor pembabat Hutan Lindung (HL)di Limapuluh Kota,Hariyadi dan Yahdi masih melenggang bebas menghirup udara bebas. Keduanya telah di periksa di Mapolres Limapuluh Kota. 

Yang mereka lakukan merupakan hal yang luar biasa,membabat hutan lindung, tanpa memiliki dokumen tebang. Mereka berdalih hutan tersebut merupakan hutan nenek moyangnya.

Pembabatan hutan tersebut seperti telah terstruktur sehingga berjalan lancar. Sehingga kurang lebih 100 Hektar hutan telah gundul. 

Namun bak kata pepatah sepandai-pandai menyimpan bau satu saat terbau juga. 

Pepatah itulah yang pantas di ucapkan pada aktor dan sutradara perusak Hutan Lindung (HL) di Kenagarian Gurun Kecamatan Harau Kabupaten Lima puluh kota. 

Dugaan perbuatan yang di langgar adalah UU No 32 tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup,dan UU No 41 tahun 1999 tentang kehutanan atau UU no 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan. 

Kepala KPLH Ir Afniwirman ketika di konfirmasi menjelaskan : Kondisi Hutan Lindung yang di babat cukup menggegerkan publik luasnya.

Apapun dalih dari mereka sebagai perusak hutan kita tidak akan di toleransi. 

Saat kami tim patroli KPLH datangi TKP kami mengamankan salah seorang pekerja Usman 50 th diserahkan ke Mapolres Limapulh Kota saat ini wajib lapor.

Dari pengembangan terhadap Usman di dapat dua orang yang menyuruh Hariyadi dan Yahdi dengan status penangguhan penahanan,dari keterangan yang di dapat.Dua orang tersebut Hariyadi merupakan adik dari RKN,serta Yahdi adalah kakak dari RKN calon wakil Bupati Limapuluh Kota. 

Berikut kutipan Whatshapp Kepala KPLH Agam Raya Ir.Afniwirman :

[10/9 10.49] Afniwirman Hutbun: Haryadi/adi

Alamat : gurun

Pekerjaan : swasta

Posisi dlm usaha : pengelola utama.  owner.  Adik dari RKN,

[10/9 10.49] Afniwirman Hutbun: 

Yahdi

Alamat : Gurun

Pekerjaan : swasta.  Pengelola Kawasan wisata terpadu.  

Lanjut Ir.Afniwirman 

Kronologis kejadian

Kepala resort lima puluh kota mendapat laporan bahwa ada org membuka lahan secara besar2an didlm kawasan hutan lindung di nag. Gurun, setelah sampai dilokasi ternyata memang benar telah terjadi pembukaan lahan.

Sesampai dilokasi tersebut ditemui seorang laki2 tertangkap tangan sedang melakukan penebangan kayu yg beridentitas :

N : IRWAN pgl Ir.

U : 50 tahun.

S : pitopang.

P : tukang chinsaw.

A : solok bio2.

Terhadap tersangka dibawa kepolres lima puluh kota utk dilakukan penyelidikan lebih lanjut

 Yahdi ketika di konfirmasi membantah bahwa dianya tidak membabat Hutan Lindung (HL) melainkan mengolah hutan ulayat nenek moyangnya. Dia pun tidak ada hubungan apapun dengan RKN, saya hanya kakak sekampung dengan RKN. Ucap Yahdi. 

Lanjut Yahdi tentang pemeriksaan dirinya di Mapolres Limapuluh Kota,

Sampai saat ini dirinya hanya sebagai terperiksa. Belum sebagai tersangka. 

Dikatakan Yahdi kenapa baru sekarang di permasalahkan. Padahal sebelum saya  mengolah sudah ada orang yang berkebun, ada dari anggota DPRD ada masyarakat,bahkan orang Autralia pun ada yang berkebun diatas areal lahan saya tersebut. 

Tentang lahan tersebut saya jual pada pihak investor Rp 200 juta tidak benar. Yang ada hanya kerjasama dengan orang kampung kita yang berada di luar negeri (di Qatar) dengan bajet Rp 200 juta/hektar bagi hasil. Ucap Yahdi.10/9/20.

Di lain tempat Hariyadi ketika di konfirmasi tidak membantah dan membenarkan dirinya adik dari RKN. 

Salah seorang masyarakat yang merasa sebagai pemilik lahan yang merahasiakan jati dirinya layak di percaya mengatakan luas yang dibeli RKN 80 H, satu hektar seharga Rp 35 juta jual beli di lakukan tahun 2019, masih banyak yang belum di bayar RKN.

Sedangkan pemilik lahan berada di tiga kenagarian.

Kalau RKN menyebutkan dirinya tidak mengakui keterlibatannya adalah pembodohan terhadap publik. Bukti-bukti sangat cukup dimasyarakat yang di tanda tangani di atas matrai 6000 untuk dijadikan bukti.

Sepertinya RKN bermain di belakang layar mengingat dirinya maju sebagai Wakil bupati Liko. 

Menurut pengamatan kami dan “Rumor” saat ini di Kabupaten Limapuluh kota belum jadi wakil bupati  “RKN” adik kandungnya telah membabat hutan negara (HL)setelah jadi mau di apakan  Kabupaten Limapuluh kota. 

Dikomentarinya tentang Yahdi yang akrab di sapa Buya mengatakan tidak ada keterlibatan RKN itu adalah bohong. Sepertinya Yahdi dan Hariyadi berupaya untuk menutupi keterlibatan RKN dalam upaya bersama-sama merusak Hutan Lindung (HL) 

RKN ketika di hubungi via Selulernya 08117091XXX mengatakan saya tidak mau komen.Silakan hubungi yang bersangkutan.( yahdi) 

Ketua Dpw Lsm Garuda NI Sumbar minta aparat hukum menindak tegas  terhadap para pelaku pembabatan hutan negara “hutan lindung” tanpa pandang bulu. Sesuai dengan UU yang berlaku di NKRI.

Di pelajari secara seksama dari informasi petugas Polhut “Kplh” kasus ini menduga adanya pembiaran dari pemerintah daerah. Ujar Bjr.

(Zam kaper sergap Sumbar) 

Komentar

Berita Terkait