oleh

Ditolak KKN! Mahasiswa Ini Merasa Di Diskriminasi

www.buletinindonesianews.com
CIAMIS, Jabar —
Viral di media sosial, seorang mahasiswa di Kabupaten Ciamis curhat dirinya  untuk melakukan pengabdian melalui program KKN mahasiswa.
Akun facebook atas nama Banda Yudha Baduy dengan nama asli Yuda Pratama ini adalah mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Galuh yang merupakan salah satu peserta KKN di kelurahan Sindangrasa namun ditolak melalui surat Lurah dengan alasan bukan warga domisili setempat.

Dikonfirmasi Sabtu, 07 Agustus 2021, Yuda mengatakan dirinya yang merupakan salah satu Mahasiswa yang hendak melakukan pengabdian kepada masyarakat melalui program KKN justru merasa didiskriminasi oleh pemerintahan Kelurahan Sindangrasa.
“Saya ingin ditempatkan disana karena saya berharap kegiatan kkn ini dapat membantu sahabat saya khususnya generasi muda yang berada di wilayah kelurahan sindangrasa lebih termotivasi sehingga pemuda-pemudi kelurahan sindangrasa bisa menjadi garda depan dalam memmbantu program pemerintah serta dapat melakukan kontribusi dan kegiatan-kegiatan yang positif sehingga menjadi generasi muda produktif dan inovati dalam menggali potensi yang ada di wilayahnya,karena Saya sendiri sangat memahami betul keadaan serta kondisi masyarakat yang berada di wilayah kelurahaan sindangrasa karena saya sering melakukan kegiatan-kegiatan sosial bersama pemuda keluarahan sindangrasa seperti bakti sosial ,membantu warga yang sedang menjalani isolasi mandiri dan terpapar sakit serta senantiasa bergotong royong dalam kegiatan untuk kebutuhan pasilitas umum dsb.Sayapun pagi harinya sudah memasukan surat permohonan ijin untuk melaksnakan kkn serta mendapatkan pengarahan oleh seklur dan kasi pemerintahan di kantor Kelurahan Sindangrasa. Tapi kok sore nya tiba–tiba saya mendapatkan informasi dari rekan kkn nama Saya ga terdaftar karena di tolak , kan aneh kan..” ujar Yuda.

Berita Terkait : BEGINI KATA LURAH SOAL MAHASISWA DITOLAK KKN DI WILAYAHNYA

Yuda mengaku, setelah adanya surat  Lurah tertanggal 06 Agustus 2021 yang isinya mengatakan bahwa dirinya tidak direkomendasikan untuk melaksanakn KKN diwilayah Kelurahan Sindangrasa Kecamatan Ciamis, langsung pindah ke Desa Panyingkiran Kecamatan Ciamis. “Alhamdulillah saya pindah lokasi KKN di Desa panyingkiran karena berdasarkan alamat KTP domisili saya memang disitu, tapi kan Saya dari kecil disitu bahkan keluarga besar saya semuanya  masih disana. Domisili saya saat ini memang di Desa Panyingkiran, sangat dekat masih tetangga kelurahan (Sindnagrasa_red).” jelas Yuda.
Yuda merasa didiskriminasi untuk KKN di wilayah kelurahan Sindangrasa karena di desa-desa lainnya menemukan banyak mahasiswa yang KKN tapi di tidak berdomisili di desa tersebut. “Bukan hanya mahasiswa Unigal saja, ada kok mahasiswa Unsoed, Unpad yang KKN di Ciamis yang jelas mereka itu tidak berdomisili di Ciamis tapi kok bisa KKN di Ciamis. Kami kan ingin mengabdi yang justru bisa membantu tugas tugas pemerintah seperti Pelayanan masyarakat, pemberdayaan dan sebagainya” ungkap Yuda yang juga notabennya sebagai Ketua umum Forum Mahasiswa Dan Pemuda Pasundan (FM-PP) Kabupaten Ciamis.

Atas kejadian ini, Yuda sudah menyampaikan keluhan dan mendorong Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Galuh untuk mengambil sikap. “Semoga ini bisa menjadi perhatian BEM agar kedepan hal ini bisa menjadi bahan kajian” kata Yuda.

Saat dihubungi, Presiden Mahasiswa (Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)) Universitas Galuh , Abdul Saep mengatakan sudah menerima keluhan salah satu mahasiswa dari Fakultas Hukum bernama Yuda Pratama, yang merasa di diskriminasi untuk melaksanakan KKN. Menanggapi hal tersebut, Saep mengatakan akan berkoordinasi dengan pengurus dan anggota BEM lainnya untuk mengkaji melalui pengumpulan informasi dan data. “Setelah rampung baru nanti akan menentukan sikap apa yang akan diambil” ujarnya.
Dia menambahkan, dengan kejadian ini agar tidak terlalu dibesar-besarkan demi menjaga kondusifitas “Kita kaji dulu baru nanti kita sikapi”. Tegas Sayep. (**Agus Firman)

Berita Terkait