oleh

Kampus Unigal Terus Perketat Pelaksanaan PPKM Darurat

www.buletinindonesianews.com

CIAMIS, Jabar —   Kampus Universitas Galuh Ciamis terus memperkat pemberlakukan PPKM Darurat demi memutus rantai penyebaran Covid-19. Tak hanya itu, kampus juga memberlakukan Work From Home (WFH) kepada seluruh karyawan.

Selama masa pemberlakukan PPKM Darurat, Lembaga Pendidikan Galuh Ciamis menyepakati pemberlakukan WFH di seluruh Civitas Akademika kampus Universitas Galuh. Bahkan, penjagaan dipintu masuk Kampus juga diperketat. Seluruh karyawan, staf, dosen dan struktural diwajibkan untuk bekerja di rumah secara daring.

Sekretaris Yayasan Pendidikan Galuh Ciamis, Ir. Sudrajat, MP mengatakan selain memberlakukan WFH, jam kerja untuk bidang-bidang tertentu yang sifatnya non esensial dilaksanakan dari jam 09.00 pagi hingga jam 13.00 WIB siang.

“Yayasan Universitas Galuh Ciamis pada umumnya sangat mendukung Program Pemerintah, artinya bahwa PPKM Darurat ini juga diterapkan. Bahkan untuk berbagai kegiatan sudah di WFH kan. Seluruh staff, apalagi dosen-dosen baik pengajar, bimbingan dan sebainya diwajibkan bekerja dari rumah.”

Tidak hanya itu, pelaksanaan PMB juga dilaksanakan secara daring dan hanya bidang yang sifatnya non esensial saja yang masuk.

“Pelaksanaan PMB dilakukan secara daring dan hanya satu orang saja yang menjadi petugas pelaksanaan PMB. Selain itu, Petugas keamanan juga dipandang esensial karena untuk berjaga-jaga apabila ada hal yang harus di amankan”, tambahnya.

Pantauan di lapangan, suasana kampus Universitas Galuh Ciamis terlihat sepi. Pagar juga ditutup untuk membatasi pengunjung. Selama Pandemi dan pemberlakuan PPKM Darurat ini penerimaan mahasiswa baru juga dilakukan secara daring. Tatap muka hanya dilakukan bagi mahasiswa yang ujian skripsi atau tesis.

Beliau juga berpesan untuk seluruh Civitas Akademika Kampus Universitas Galuh untuk bisa menjalankan PPKM Darurat ini secara baik, dengan harapan bisa menekan menyebar luasnya Covid-19 dengan adanya program PPKM Darurat dan Penerapan di Universitas Galuh ini. (Redaksi)

Editor : Neneng Tsamrotussa’adah

Berita Terkait