oleh

Komnas HAM memanggil Kapolres dan Direktur Jalan Tol terkait pembunuhan Laskar FPI

DMTNEWS – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah memanggil Kapolda Metro Jaya Insp. Jenderal Fadil Imran dan Direktur Utama PT Jasa Marga Subakti Syukur atas penembakan maut enam anggota Front Pembela Islam ( FPI ) dalam pertemuan antara kelompok itu dengan aparat Polda Metro Jaya pekan lalu.

Komisioner Komnas HAM Muhammad Choirol Anam mengatakan pemeriksaan dijadwalkan berlangsung pada Senin.

Badan HAM telah membentuk tim pencari fakta untuk menyelidiki pertemuan antara kelompok tersebut dengan polisi dan sedang mencari informasi dari FPI, saksi, keluarga korban dan masyarakat yang berada di sekitar lokasi kejadian perkara.

Insiden tersebut terjadi saat penyidik ​​membuntuti Habib Rizieq dan rombongannya menanggapi informasi yang menyebutkan bahwa Habib Rizieq dan pengikutnya berencana mengelak dari pemeriksaan polisi, yang dianggap menghalangi keadilan.

Polisi dan FPI menyampaikan laporan yang berbeda tentang insiden tersebut. Polisi telah menegaskan bahwa para petugas tersebut membela diri dari serangan yang mengancam nyawa anggota FPI, sedangkan FPI mengatakan bahwa tidak ada anggotanya yang membawa senjata dan penembakan tersebut melanggar protokol polisi.

Mabes Polri berupaya mengulang kejadian tersebut di empat lokasi dekat kilometer 50 tol Jakarta-Cikampek, tempat kejadian itu terjadi pada Senin pagi, kata juru bicara Polri Insp. Jenderal Argo Yuwono berkata.

“Kami telah merekonstruksi setidaknya 58 adegan,” kata Argo dalam pernyataan yang dikutip kompas.com.

Argo mengatakan polisi telah berupaya merekonstruksi sembilan adegan di depan Hotel Novotel di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Setelah itu, mereka membuat ulang empat adegan dari Jl. Bundaran Karawang International dan pintu tol Karawang Barat menuju Cikampek menuju rest area kilometer 50.

Penyidik ​​kemudian merekonstruksi 31 lokasi di rest area kilometer 50.
Lokasi terakhir di antara rest area kilometer 50 dan kilometer 52, dimana polisi berusaha merekonstruksi 14 adegan.

Dengan menggunakan akun empat petugas polisi yang terlibat dalam pertemuan pekan lalu, polisi berusaha mengulangi dugaan penyerangan anggota FPI dan penembakan polisi berikutnya, kata Argo.

Choirul mengatakan, pihaknya telah diundang untuk mengamati rekonstruksi Polri tetapi mereka tidak bisa hadir karena masih mengkonsolidasikan temuan awal dan mempersiapkan pemeriksaan hari Senin.

“Kami menerima lebih banyak bagian dari teka-teki dari kejadian ini, dan kami berharap semakin banyak yang kami dapatkan, semakin cepat menjadi jelas,” katanya.

Sumber: Thejakartapost.com

Komentar

Berita Terkait