oleh

Terdakwa Sakit, Sidang Lanjutan Kasus Dugaan Penipuan CPNS Ditunda

Humas pengadilan negeri Ciamis, Indra Muharam, memperlihatkan surat pernyataan dari keluarga terdakwa yang menyatakan akan mengembalikan uang korban, di pengadilan negeri Ciamis, selasa (10/08/2021).

buletinindonesianews.com
CIAMIS, Jabar — Sidang lanjutan kasus dugaan penipuan CPNS yang digelar Pengadilan Negeri Ciamis, Selasa (10/08/2021), terpaksa ditunda dikarenakan terdakwa MSP sakit, hal tersebut dikatakan Humas Pengadilan Negeri Ciamis, Indra Muharam.

Sehingga dalam sidang yang diketuai oleh Hakim Ahmad Iyud Nugraha, SH.,MH didampingi Hakim Anggota Indra Muharam, SH.,MH dan Andika Perdana SH., MH, terpaksa menunda persidangan dan akan digelar kembali pada, Kamis (12/08/2021) mendatang.

Indra mengatakan, jika terdakwa bisa mengajukan hal tersebut sesuai dengan Pasal 58 KUHAP, memang persidangan sempat dibuka namun terdakwa menyatakan tidak dalam keadaan sehat jadi memohon untuk penundaan persidangan.

“Berdasarkan kitab undang-undang pidana pasal 58, intinya terdakwa bisa dikunjungi dokter dan atas dasar kemanusiaan, Majelis Hakim dapat menunda persidangan,” katanya.

Dijelaskannya, pada Jum’at, (06/08/2021), pihak keluarga terdakwa sempat memberikan surat pernyataan, yang isinya menyebutkan jika pihak keluarga akan membayar sebagian uang kerugian kepada korban atau penggugat.

“Jika keinginan keluarga terdakwa dapat direalisasikan mengembalikan uang korban, ini akan menjadi hal yang meringankan hukuman,” jelasnya.

Dikatakan Indra, dalam kasus tersebut ada azas concursus, yaitu apabila seseorang melakukan tindak pidana yang sama tapi berdiri sendiri, namun locus dan tempus-nya berbeda, maka itu tidak boleh dihukum diatas maksimal.

” Untuk kasus ini maksimal hukumannya adalah 4 tahun, apabila terdakwa ada perkara lain selain Sukanto (Korban), maka itu tidak boleh 4 tahun diputusnya, kalau berlanjut itu hukumannya bisa ditambah sepertiganya, menjadi sekitar 5 tahun 3 bulan,” pungkasnya.

(Nank Irawan**)

Berita Terkait