Volodymyr Zelensky Presiden Ukraina Ragu Rusia Kurangi Aktivitas Militer

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (dok. Ukrainian Presidential Press Office via AP)

Kiev – Ukraina meragukan janji Rusia untuk mengurangi aktivitas militer di sekitar ibu kota Kiev dan Chernihiv. Terlebih, negara-negara Barat justru memperkirakan Moskow akan meningkatkan serangan di wilayah Ukraina lainnya.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (30/3/2022), Wakil Menteri Pertahanan Rusia, Alexander Fomin, baru saja mengumumkan bahwa Rusia akan mengurangi aktivitas militer secara drastis di sekitar Kiev dan Chernihiv, setelah kemajuan dinilai tercapai dalam perundingan damai di Istanbul, Turki.

Namun pengumuman Fomin itu tidak menyebut wilayah-wilayah lainnya di Ukraina yang dilanda gempuran dan pertempuran sengit, termasuk di sekitar Mariupol yang terletak di bagian tenggara Ukraina, kemudian Sumy dan Kharkiv di bagian timur, dan Kherson juga Mykolaiv di bagian selatan.

“Ukraina bukan orang-orang naif,” ucap Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam pernyataan pada Selasa (29/3) tengah malam, menanggapi pengumuman Rusia itu.

“Ukraina telah belajar selama 34 hari invasi ini, dan selama perang delapan tahun terakhir di Donbas, bahwa satu-satunya hal yang bisa mereka percayai adalah hasil yang nyata,” tegasnya.

Keputusan Rusia mengurangi aktivitas militer secara drastis di Ukraina itu diumumkan Menhan Fomin kepada wartawan pada Selasa (29/3) waktu setempat, setelah perundingan terbaru digelar antara Rusia dan Ukraina di Istanbul, Turki.

“Merujuk pada pembicaraan tentang persiapan kesepakatan soal netralitas dan status non-nuklir Ukraina telah bergerak ke area praktis … sebuah keputusan telah diambil untuk secara radikal, dengan margin besar, mengurangi aktivitas militer di wilayah Kiev dan Chernihiv,” ucap Fomin dalam pernyataannya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.