Tasikmalaya, dmtNews — Debat kedua Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya 2024 berlangsung seru di Jalan Yudanagara, Kamis (14/11/2024) malam. Lima pasangan calon (paslon) hadir menyampaikan gagasan mereka dalam menghadirkan keamanan dan ketertiban di kota ini.
KPU Kota Tasikmalaya mengangkat tema besar “Reformasi Birokrasi dan Pembangunan Inklusif Berbasis Kearifan Lokal,” yang dipecah menjadi beberapa subtema, termasuk keamanan publik. Format debat ini berbeda dari sebelumnya karena memberikan kesempatan bagi para paslon untuk saling bertanya secara langsung. Euforia pendukung semakin menghidupkan suasana debat yang tetap berlangsung kondusif berkat pengamanan ketat aparat.
Komitmen dan Inovasi Calon untuk Ketertiban Kota
Setiap paslon membawa ide dan inovasi masing-masing. Paslon nomor urut 1, Nurhayati – Muslim, menawarkan pembangunan pos keamanan lingkungan, penambahan fasilitas penerangan jalan umum (PJU), serta pemasangan CCTV di area rawan kejahatan. Mereka juga berencana mengaktifkan program perpolisian masyarakat dan memberikan insentif bagi Linmas. “Kami ingin menciptakan keamanan dengan melibatkan semua elemen masyarakat,” ujar Nurhayati.
Paslon nomor 5, Yanto – Aminudin, menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Daerah, Polri, TNI, serta tokoh agama dan pesantren. “Melibatkan tokoh agama dalam memberikan dakwah yang mendidik generasi muda sangat penting untuk mencegah mereka terjerumus ke dalam kegiatan negatif,” ungkap Yanto.
Sementara itu, pasangan nomor urut 4, Viman – Diky, ingin mengatasi fenomena geng motor dengan membangun karakter anak muda yang mencintai budaya lokal. “Tasik ini dikenal sebagai Kota Santri, kami ingin membentuk generasi yang nyantri dan cinta damai,” kata Viman.
Pasangan nomor urut 3, Yusuf – Hendro, menekankan pentingnya kerukunan dan toleransi di tengah masyarakat. “Tasik harus menjadi kota yang aman dan harmonis bagi semua warganya,” ujar Yusuf, menegaskan komitmen mereka terhadap perdamaian antarumat beragama.
Sedangkan pasangan nomor urut 2, Ivan – Dede, fokus pada peningkatan fasilitas penerangan jalan untuk meminimalisir tindak kriminalitas. Mereka mencontohkan insiden yang terjadi di Jalan Letjen Mashudi, di mana seorang remaja menjadi korban pengeroyokan karena jalanan gelap. “Jika terpilih, kami akan menjadikan Tasik sebagai kota terang benderang demi keamanan bersama,” ucap Ivan.
Debat yang Dinamis dan Mematangkan Pilihan Pemilih
Ketua KPU Kota Tasikmalaya, Asep Rismawan, mengungkapkan bahwa debat kedua ini memberikan kesempatan kepada warga untuk melihat kualitas dan visi para kandidat. “Ini adalah kesempatan bagi masyarakat untuk menimbang pilihan terbaik mereka pada 27 November nanti,” ujar Asep.
Dengan beragam solusi yang ditawarkan, pemilih diharapkan dapat mempertimbangkan gagasan para paslon dalam menjaga keamanan dan ketertiban Kota Tasikmalaya. Ajang debat ini membuka ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat pemimpin yang akan mereka pilih dan bagaimana kandidat tersebut berencana menjadikan Tasikmalaya kota yang lebih aman dan nyaman.