dmtNews, Flores Timur, NTT – Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menimbulkan duka mendalam. Letusan yang terjadi pada Senin dini hari (4/11/2024) ini menyebabkan korban jiwa, kerusakan bangunan, dan ribuan warga harus mengungsi untuk keselamatan.
Data terbaru yang diterima dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menyebutkan bahwa sebanyak 9 orang meninggal dunia dan 1 orang dalam kondisi kritis akibat letusan gunung ini. Menteri Pratikno menegaskan, dari 10 korban yang awalnya dilaporkan tewas, 1 orang ternyata masih hidup namun dalam kondisi kritis dan tengah mendapat perawatan intensif.
Penjabat Gubernur NTT, Andriko Noto Susanto, menyampaikan informasi penting dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa masih terdeteksi adanya getaran-getaran kecil di sekitar Gunung Lewotobi. BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga jarak aman hingga 7 kilometer dari pusat gunung.
“Kami meminta masyarakat menjauh setidaknya dalam radius tujuh kilometer dari Gunung Lewotobi untuk menghindari dampak letusan susulan yang mungkin terjadi,” ujar Andriko, mengingatkan masyarakat untuk waspada.
Status Tanggap Darurat dan Korban Luka
Menurut Pj. Bupati Flores Timur, Sulastri Rasyid, status tanggap darurat telah diberlakukan dan akan berlangsung selama 58 hari, terhitung sejak letusan terjadi. Data dari lokasi bencana menunjukkan jumlah korban luka mencapai 64 orang. Dari angka tersebut, 31 orang mengalami luka berat, 32 orang luka ringan, dan 1 orang dalam kondisi kritis.
Lebih dari 2.000 warga dari delapan desa di sekitar gunung terpaksa harus mengungsi. Mereka saat ini ditempatkan di beberapa titik pengungsian yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah dan instansi terkait.
Pemerintah daerah bersama BNPB dan lembaga-lembaga terkait terus berupaya memberikan bantuan yang dibutuhkan bagi para pengungsi dan korban terdampak. Tim SAR dan relawan juga masih berada di lapangan untuk membantu proses evakuasi dan pendistribusian bantuan logistik.