Buletin Indonesia News.com
Manonjaya Tasikmalaya – Empat Kepala Desa, BPP Manonjaya, Pesantren, Gapoktan dan Tokoh masyarakat (tokmas) mendatangi UPTD Balai Sumber Daya Air Citanduy (BPSDA) Sungai Citanduy Tasikmalaya, guna mempertanyakan debit air saluran irigasi Cimulu ke Manonjaya tidak ada air mengali?
Menanggapi hal tersebut, UPTD BPSDA Citanduy mengundang untuk diskusi di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Manonjaya Tasikmalaya, acara diskusi dihadiri oleh Kasi Irigasi PSDA Citanduy, Kepala SUP Citanduy, Kepala BPP Manonjaya, Kepala Desa Manonajaya, Kepala Desa Kalimanggis, Kepala Desa Kamulyan Perwakilan Pesantren Al-Wafi, Pesantren Miftahul Huda P3A, Gapoktan Tokoh masyarakat dan Kelompok tani, Kamis, (11/10/2023).

Acara tersebut dibuka langsung kepala BPP Ucu Saeful H menyampaikan bahwa di Manonjaya sekarang ini kesulitan air, bahkan saluran irigasi Cimulu tidak ada air mengalir (kering) debit air tidak mengalir ke Manonjaya.
Sedangkan kita terjun menelusuri air di Kota Tasikmalaya tepatnya di Parakan nyasag begitu besar, tapi kenapa air itu tidak sampai dikita, bagaimana solusinya?
“Sambil memperlihatkan hasil pantauan poto-poto pintu air sampai di kota Tasikmalaya, saluran air begitu besar, pintu ada yang di tutup ada juga dibuka, sampai di hulu Citanduy.” Terangnya.
Dikatakan Ucu air mengalir yang begitu besar bahkan mengalir balik lagi ke Citanduy.
Sedangkan Kasi Irigasi BPSDA Citanduy Cecep menyampaikan mohon maaf bila kedatangan ke kantor UPTD dirinya sedang di Bandung, karena sebelumnya tidak ada pemberitahuan dulu, Mohon maaf kepala UPTD sedang ada tugas di Panjalu.
” Kita berkomitmen bagaimana cara mengatasi air, yang intinya ada solusi air dapat mengalir, dan dapat dimanfaatkan masyarakat, tanaman dapat diatasi,” tuturnya.
Lanjut Cecep, kita atasi dengan jangka pendek, menengah dan jangka panjang.
“Untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari dan pertanian BPSDA Citanduy meliputi Ribuan Hektar, tetapi dengan tenaga kerja masih kekurangan. Kita berupaya untuk memenuhi kebutuhan air di masyarakat,” jelasnya.
Sedangkan kemarin air dipantau itu ada di wilayah Kota Tasikmalaya, kita pun cepat bertindak untuk koordinasi dengan PSDA Kota.

“Kita cari solusi untuk mengatasi saluran irigasi Cimulu, dengan bantuan untuk mengawal air dari Kota, karena yang bekerja di kami hanya dua orang untuk memantau 30 pintu,” ucapnya Cecep saat menyampaikan di ruangan BPP Manonjaya Tasikmalaya, Kamis (11/10/2023).
Menurut Abidin Tokoh masyarakat Manonjaya mengatakan keperluan air ini bukan untuk saya atau kelompok tapi untuk masyarakat banyak kususnya Manonjaya, kenapa saluran irigasi sampai tidak mengalir.
Begitu juga dari pesantren Al-Faqih H. Toriqul Huda mengatakan ada gayung kita sambu dirasa kita cari solusi, jika ingin pengawalan tolong ada koordinasi kita ada santri yang bisa di perbantukan untuk mengawal dari hulu sampai kehilir atau ke Manonjaya. Karena sekarang ini masyarakat serta santri butuh air bersih keperluan sehari-hari.
Disampaikan Edi Rusmana sebesar apapun air jika sedimentasi tinggi air tetap tidak akan sampai maksimal, sedangkan untuk suplay air ke saluran irigasi Cimulu 3 sumber suplainya dari muara, Citanduy kota dan Cikalang.
“Suplay ke Cimulu kita koordinasi dengan PU Kota karena kewenagannya, dari tenaga kerja hanya dua orang diturunkan untuk menjaga pintu, untuk itu kita mohon bantuan untuk mengawal, dan berkoodinasi dulu sebelumnya agar diketahui, dengan harapan selama di kawal air dapat mengalir ke Manonjaya,” pungkasnya.
(Asjen)