Tasikmalaya– Setelah melalui penyelidikan intensif, polisi berhasil mengungkap misteri tewasnya PY (49), seorang pengusaha toko kelontong asal Sleman, Yogyakarta. Wanita yang merupakan ibu dua anak itu ditemukan tak bernyawa di tebing Kawalu, Tasikmalaya, pada 22 November 2024.
Pelaku, SK alias I (35), warga Ciawi, Tasikmalaya, ditangkap setelah berusaha kabur dan menjual barang-barang milik korban. Kepala Polres Tasikmalaya Kota, AKBP Joko Sulistiono, mengungkapkan bahwa pembunuhan ini dilatarbelakangi motif sakit hati setelah interaksi singkat antara pelaku dan korban.
Rangkaian Kejadian
Menurut laporan, pelaku dan korban baru saling kenal selama dua bulan setelah pelaku mengontrak rumah dekat kediaman korban di Yogyakarta. Pada 17 November 2024, SK melakukan aksi kejamnya dengan cara yang terencana.
“Pelaku awalnya mencoba membunuh korban di rumahnya di Yogyakarta pada dini hari. Setelah korban tak sadarkan diri, dia membawanya ke mobil dan menutupi tubuhnya dengan selimut,” jelas Joko.
Namun, dalam perjalanan ke Tasikmalaya, PY siuman. Panik, SK kembali mencekik korban hingga meninggal dunia. Jenazah korban kemudian dibuang di tebing Kawalu.
Tak berhenti di situ, pelaku membawa dua anak korban ke Garut dengan alasan ibunya sedang pergi. Selama pelariannya, SK menjual barang-barang milik PY, seperti ponsel dan perhiasan.
Penangkapan dan Hukuman
Setelah melacak laporan orang hilang di Sleman yang cocok dengan ciri-ciri korban, polisi akhirnya menangkap SK di Ciawi. Polisi juga menangkap lima orang yang menjadi penadah barang curian pelaku.
Barang bukti berupa mobil, perhiasan, dan ponsel korban telah diamankan. SK kini dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, dan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukuman maksimal untuk SK adalah penjara seumur hidup.
Trauma Anak Korban
Dua anak korban kini mendapat pendampingan psikologis untuk memulihkan trauma akibat tragedi ini. Polisi memastikan keduanya dalam kondisi aman dan mendapat perhatian penuh.
“Kami tidak hanya fokus pada pengungkapan kasus ini, tetapi juga pada pemulihan kondisi anak-anak korban yang menjadi bagian dari tragedi ini,” ujar Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Herman Saputra.
Peringatan dan Refleksi
Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya kehati-hatian dalam menjalin hubungan baru, bahkan dalam lingkungan sekitar. Polisi mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika ada tanda-tanda yang mencurigakan agar tragedi serupa tak terulang.
Tetaplah waspada dan peduli terhadap lingkungan Anda. dmtNews akan terus memberikan kabar terkini dengan informasi yang dapat dipercaya dan membangun kesadaran publik.