Profil Tom Lembong :Terduga Terjaring Kasus Korupsi Impor Gula

tom lembong

Jakarta, dmtNews – Masyarakat dikejutkan dengan kabar penetapan tersangka mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong, yang akrab disapa Tom Lembong, dalam kasus dugaan korupsi impor gula. Kejaksaan Agung RI mengumumkan status tersangka Tom Lembong pada Selasa, 29 Oktober 2024, setelah adanya temuan bahwa ia diduga terlibat dalam pemberian izin impor gula kristal mentah sebanyak 105 ribu ton.

Dalam keterangan resmi, Direktur Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung, Abdul Qohar, menjelaskan bahwa izin tersebut diberikan kepada PT AP, yang selanjutnya mengolah gula kristal mentah itu menjadi gula kristal putih. “Saudara TTL diduga memberikan izin impor gula kristal mentah 105 ribu ton,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Meskipun sedang terjerat masalah hukum, Tom Lembong sebelumnya dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam struktur Tim Nasional pemenangan pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar dalam Pilpres 2024. Ia menjabat sebagai koordinator kapten tim, yang memposisikannya sebagai figur publik yang diperhatikan.

Tom Lembong, lahir di Jakarta pada 4 Maret 1971, memiliki latar belakang yang mengesankan. Ia adalah lulusan Universitas Harvard dan pernah bekerja di berbagai lembaga keuangan ternama seperti Morgan Stanley dan Deutsche Securities Indonesia. Dalam perjalanan karirnya, Tom juga menduduki posisi strategis di Badan Penyehatan Perbankan Nasional serta mendirikan Quvat Management Pte. Ltd., sebuah perusahaan dana ekuitas swasta.

Karir pemerintahannya dimulai ketika ia menjabat sebagai penasihat ekonomi dan penulis pidato untuk Gubernur Jakarta, Joko Widodo, yang berlanjut hingga Jokowi menjadi presiden. Salah satu momen terkenalnya adalah saat menyusun pidato “Game of Thrones” untuk pertemuan IMF-Bank Dunia di Bali pada 2018.

Dari menteri perdagangan di periode 2015-2016 hingga Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (sekarang Kementerian Investasi) pada 2016-2019, Tom Lembong meninggalkan jejak yang signifikan. Namun, dengan penetapan tersangka ini, perjalanan politik dan bisnisnya kini memasuki babak yang penuh tantangan.

Tinggalkan Balasan