Jakarta, DMT News – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur telah melaporkan sejumlah kerusakan parah yang disebabkan oleh serangkaian gempa bumi yang terjadi di perairan utara Tuban dan Pulau Bawean, Jawa Timur pada Jumat (22/3), yang lebih dikenal sebagai Gempa Bawean.
Menurut Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Daryono, gempa-gempa ini secara lebih akurat dapat disebut sebagai Gempa Bawean, mengingat kedekatannya dengan pusat gempa dan dampak yang dirasakan.
Dua gempa signifikan telah tercatat dalam wilayah tersebut. Gempa pertama terjadi pada pukul 11.22 WIB dengan magnitudo 5,9, sementara yang kedua terjadi pada pukul 15.52 WIB dengan magnitudo 6,5. Hingga pukul 23.04 WIB, telah terjadi 110 kali gempa susulan dengan kekuatan bervariasi antara M2 hingga M6,5.
Dampak kerusakan yang disebabkan oleh gempa ini tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Timur. BPBD Jawa Timur melaporkan bahwa puluhan rumah dan fasilitas publik mengalami kerusakan, termasuk sekolah, rumah sakit, pondok pesantren, kantor desa, tempat ibadah, kandang ternak, gedung, dan kendaraan bermotor.
Kepala BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, menyatakan bahwa kerusakan yang tercatat meliputi 51 rumah rusak ringan, 13 rumah rusak sedang, dan 5 rumah rusak berat. Selain itu, dua kendaraan juga mengalami kerusakan, dan dua orang dilaporkan mengalami luka ringan akibat gempa tersebut.
Salah satu korban yang dilaporkan, Hasi’ah (71), warga Tambak, Bawean, Gresik, mengalami luka sobek di bagian kepala karena tertimpa genting yang roboh. Sementara itu, Mohayaroh (28), warga Tanah Merah, Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya, mengalami luka di bagian kaki karena tertimpa material bangunan yang roboh.
BPBD Jawa Timur juga merinci kerusakan yang terjadi di berbagai wilayah terdampak gempa, seperti di Pulau Bawean, Gresik, Tuban, Surabaya, Lamongan, Bojonegoro, dan Pamekasan Madura. Di antaranya adalah kerusakan rumah, sekolah, rumah sakit, kantor desa, masjid, kandang ternak, gedung, dan kendaraan bermotor.
Pemerintah setempat sedang melakukan upaya pemulihan dan bantuan bagi korban terdampak gempa. Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada dan mengikuti petunjuk dari pihak berwenang terkait gempa susulan dan langkah-langkah keselamatan. Semua pihak diharapkan dapat berkolaborasi dalam proses pemulihan pasca-bencana ini untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan.