Surabaya, dmtNews — Siapa sangka, gang sempit di Rungkut Lor, Surabaya, menjadi saksi dari perjalanan menginspirasi seorang wanita pemberani, Choirul Mahpuduah, atau yang akrab disapa Irul. Melalui dedikasi dan inovasinya, Irul mengubah dinamika ekonomi ibu-ibu rumah tangga di kawasan tersebut. Kini, Kampung Kue Rungkut Lor tidak hanya menjadi sumber penghidupan warga, tetapi juga destinasi wisata kuliner favorit.
Setiap pagi, suasana Kampung Kue dipenuhi aroma manis dan gurih dari berbagai jajanan yang baru selesai dibuat. Mulai pukul 03.30 WIB, ibu-ibu sudah sibuk menyiapkan kue-kue untuk pembeli yang datang sejak dini hari. Hebatnya, sebelum pukul 10.00 WIB, hampir semua kue telah habis terjual.
Keberhasilan ini tentu tidak terjadi begitu saja. Irul, seorang mantan aktivis buruh, tergerak hatinya melihat ibu-ibu di Rungkut Lor sering dikejar rentenir karena kesulitan ekonomi. Awalnya, ia mencoba memberdayakan warga melalui usaha menjahit, tetapi hasilnya belum maksimal. Namun, inspirasi muncul ketika ia melihat potensi besar dalam produksi kue lokal.
Pada tahun 2005, Irul mulai menggerakkan warga untuk mengikuti pelatihan membuat kue. Tidak hanya itu, ia juga mendorong mereka untuk menciptakan spesialisasi pada setiap rumah produksi, seperti rumah lemper, rumah brownies, hingga rumah pastel. Ide ini terbukti efektif, menciptakan variasi produk yang unik dan menarik.
“Pertama (lihat) ada yang buat kue. Wah, ini kalau semua buat kue akan lebih bagus. Akhirnya, Bu Irul mengkomunikasikan, mengajak ibu-ibu untuk melakukan pelatihan,” kata Irul dikutip dari detikJatim
Pemerintah Kota Surabaya pun tak tinggal diam. Melihat potensi besar Kampung Kue, Pemkot Surabaya meresmikannya sebagai Kampung Wisata Kuliner pada 8 Februari 2022. Wali Kota Eri Cahyadi bahkan menginstruksikan para camat dan lurah untuk memprioritaskan produk Kampung Kue sebagai konsumsi di acara-acara resmi.
“Diresmikannya Kampung Kue secara otomatis orang mengakui bahwa di sini kampung kue. Bu Risma pernah datang, kemudian 2022 Eri Cahyadi datang. Kampung Kue akhirnya dijadikan kampung wisata kuliner pada 8 Februari 2022,” ujar Irul di kutip dari detikJatim.
Ia pun meminta pemerintah setempat untuk menyerap kue hasil produksi warga setempat, untuk menaikan dan mensejahtrakan para pelaku UMKM di daerah tersebut.
“Insyaallah Kampung Kue menjadi tempat kulakan kue, karena Kampung Kue tak hanya melayani Surabaya, tapi juga wilayah-wilayah penunjang, seperti Gresik, Sidoarjo, sudah banyak mengambil di sini,” kata Eri saat itu dikutip dari detikJatim.