
dmtNews – Jelang Lebaran, fenomena ‘minta jatah THR’ dari beberapa oknum organisasi kemasyarakatan kembali bikin heboh dan resah di kalangan pengusaha. Menanggapi hal ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, angkat suara dan beri peringatan tegas.
🎯 “THR Itu Hak Karyawan, Bukan Buat yang Nggak Berkeringat”
Sandiaga menyoroti pentingnya prioritas pemberian THR hanya kepada pihak yang memang berhak – yaitu para karyawan. Apalagi, banyak perusahaan saat ini lagi pusing mikirin cashflow alias arus kas.
“Mari bantu para pimpinan perusahaan agar bisa membayar THR ke mereka yang betul-betul berkeringat, yakni para karyawannya. Mereka punya hak,” ujar Sandiaga dalam acara peluncuran Sanad Village Indonesia di Jakarta Pusat, Minggu (23/3/2025).
📉 Permintaan Jatah THR Bisa Ganggu Iklim Investasi
Lebih jauh, Sandiaga mengingatkan bahwa iklim ekonomi saat ini sedang tidak stabil. Kalau perusahaan terus-menerus dibebani permintaan THR dari pihak yang nggak berhak, bukan mustahil mereka akan kapok investasi dan relokasi pabrik ke luar negeri.
“Kalau pabrik harus terus menghadapi permintaan macam-macam, bisa-bisa mereka bilang, ‘Mending pindah aja’. Ujung-ujungnya PHK, dan lapangan kerja makin susah,” jelasnya.
🚀 Fokus Tarik Investasi, Biar Lapangan Kerja Tersedia
Sandiaga juga menekankan pentingnya menjaga iklim investasi tetap kondusif. Tujuannya? Supaya lapangan kerja tetap terbuka dan perekonomian bisa bangkit.
“Kita butuh investasi untuk buka usaha baru dan serap tenaga kerja. Kalau iklimnya enggak sehat, semua jadi rugi,” tegasnya.
dmtNote:
Jelang Lebaran, jaga sikap dan empati. Jangan sampai niat berbagi malah bikin perekonomian kacau. THR itu hak karyawan, bukan ladang “minta jatah” yang bisa ganggu cashflow perusahaan.
Tetap update isu Lebaran & Ekonomi hanya di dmtNews!